Makna Mendalam Dibalik Lagu Tears in Heaven Karya Eric Clapton

Sekilas Tentang Eric Clapton

Eric Clapton merupakan musisi berkebangsaan Inggris yang dikenal sebagai salah satu gitaris paling berpengaruh sepanjang masa versi banyak majalah kenamaan dunia, seperti Rolling Stone, Gibson, dan Time. Karya-karyanya sangat fenomenal dan sangat dinikmati penikmat musik di seluruh dunia. Penyanyi yang lahir pada tanggal 30 Maret 1945 ini diakui sebagai gitaris blues yang menginspirasi para musisi. Kiprahnya di dunia musik rock dan blues sudah tidak diragukan lagi, terlihat dari beberapa penghargaan yang pernah dianugerahkan padanya, termasuk pada ajang Grammy Awards, Brit Award, dan British Academy of Songwritters, Composers, and Authors.

Untuk penghargaan Grammy Awards, Clapton terhitung sudah menerima sekitar delapan belas penghargaan dan dianugerahi Outstanding Contribution to Music pada ajang penghargaan Brit Award. Selain itu, ia juga mendapat empat penghargaan Ivor Novello Awards dari the British Academy of Songwritters, Composers, and Authors.

Clapton (paling kanan) bersama Cream

Sebelum berkiprah sebagai soloist, Clapton pernah tergabung dalam beberapa kelompok band seperti the Yardbirds, John Mayall & the Bluesbreakers, Cream, dan Blind Faith. Ia memulai karir solonya pada tahun 1970an di mana kebanyak lagunya lebih banyak bernada melankolis, seperti salah satunya Tears in Heaven yang ia ciptakan pada tahun 1990an, beberapa saat setelah putranya, Conor Clapton meninggal dunia secara tragis.

Lagu Tears in Heaven

Salah satu lagu Eric Clapton yang sangat menarik untuk dibahas adalah lagu “Tears in Heaven” yang diciptakan Eric Clapton pada tahun 1991 untuk mengenang kematian anaknya Conor Clapton yang meninggal karena jatuh dari apartemen lantai 53 di New York.

Ada yang belum tahu lagunya? Generasi 90an pasti tahu banget lagu ini, sedangkan untuk generasi milenial sekarang mungkin banyak yang tidak tahu. Ketika saya mendengar lagu yang bagus dengan melody yang indah dan menyentuh hati saya sering mencari arti atau cerita dibalik lagunya, termasuk lagu Tears in Heaven ini.

Jika ada yang ingin dengar lagunya, dibawah ini link dari Youtube :

Lirik :

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong and carry on
‘Cause I know I don’t belong here in heaven
Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I’ll find my way through night and day
‘Cause I know I just can’t stay here in heaven
Time can bring you down, time can bend your knees
Time can break your heart, have you begging please, begging please
Beyond the door there’s peace I’m sure
And I know there’ll be no more tears in heaven
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong and carry on
‘Cause I know I don’t belong here in heaven

Berbicara tentang lagu Tears in Heaven, lagu ini muncul dalam album Clapton yang berjudul Unplugged yang dikeluarkan pada tahun 1992 dan muncul sebagai salah satu soundtrack di film Rush tahun 1991. Lagu ini diciptakan oleh Eric Clapton dan Will Jennings yang terinspirasi dari kematian anak laki-laki Clapton bersama model, aktris, dan presenter TV asal Italia, Lory del Santo.

Connor Clapton meninggal pada tahun 1991 pada usia 4 tahun. Ia jatuh dari lantai 53 di sebuah apartemen milik salah satu teman Del Santo di kota New York. Kematian tragis Connor membawa duka mendalam bagi Clapton yang sempat menutup diri selama beberapa bulan lamanya.

Eric Clapton bersama Conor Clapton sebelum kejadian tragis
Eric Clapton bersama Conor Clapton sebelum kejadian tragis

Lirik lagu Tears in Heaven sangat personal dan mendalam, berisi penyesalan dan pengharapan besar Clapton terhadap anak laki-lakinya yang meninggal secara tragis dan mengenaskan pada usia yang sangat muda itu.

Beberapa saat sebelum Connor lahir, Clapton merupakan seorang pecandu berat alkohol yang berdampak pada sikapnya yang suka melakukan kekerasan fisik terhadap beberapa pasangan terdahulunya. Hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab ketidaksiapan dan keraguannya untuk menjadi seorang ayah. Namun beberapa saat setelah Connor lahir dan menghabiskan waktu dengan anaknya itu, jiwa kebapakannya pun perlahan muncul.

Clapton merasakan perubahan positif yang ia rasakan ketika bersama anak laki-lakinya itu yang membuatnya ingin menjadi ayah yang baik bagi anak laki-lakinya itu. Jadi, bisa dibayangkan rasa penyesalan dan kesedihan mendalam yang dialami oleh Clapton ketika mengetahui anak laki-lakinya itu meninggal secara tragis.

Makna Mendalam Dibalik Lirik Lagu Tears in Heaven

Mengulik makna dibalik lirik lagu Tears in Heaven, ada rasa penyesalan mendalam yang tertuang dalam beberapa lirik di lagu Tears in Heaven, seperti:

‘Cause I know I don’t belong here in heaven – Karena aku tahu bahwa aku tidak pantas berada di surga ini.

Cause I know I just can’t stay here in heaven – Karena aku tahu bahwa aku tidak bisa berada di dalam surga ini.

Jika menilik dari dua baris lirik di atas bisa disimpulkan bahwa Clapton merasa tidak pantas untuk menikmati kebahagiaan dan keindahan surga (dunia) karena apa yang sudah dialami oleh Connor. Segala popularitasnya di dunia industri musik seakan tidak pantas dirasakannya karena Connor harus meninggal di usia semuda itu dan saat ia memutuskan ingin menjadi ayah yang baik.

Kedua baris lirik tersebut juga bisa diartikan bahwa Clapton merasa tidak pantas untuk berada di surga atas dosa yang ditanggungnya karena kelalaian yang menyebabkan nyawa Connor melayang. Meskipun bukan penyebab langsung, tapi bisa dirasakan bahwa Clapton merasa bersalah dan menyesal.

Selain bernada penyesalan, lagu Tears in Heaven juga bernada pengharapan dan penguatan diri seperti yang tertuang dalam beberapa bait liriknya berikut ini:

I must be strong and carry on… – Aku harus tetap kuat dan melanjutkan hidup

Beyond the door, there’s peace I’m sure – Aku yakin ada kedamaian dibalik pintu (surga) itu

And I know, there’ll be no more tears in heaven – Dan aku percaya bahwa tidak akan ada lagi kesedihan dan air mata di surga.

Dibalik beberapa baris lirik di atas bisa kita simpulkan bahwa Clapton berusaha untuk menenangkan dan meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap kuat dalam menghadapi kesedihan mendalamnya setelah kematian Connor yang disesalinya.

Kesuksesan Tears in Heaven dan Masa “Move On” Clapton

Album Unplugged khususnya single Tears in Heaven meraih kesuksesan besar. Clapton menerima enam penghargaan Grammy Awards pada tahun 1993 dan single Tears in Heaven menempati posisi kedua pada tangga lagu Billboard untuk kategori Hot 100 Singles di tahun 1992. Ia juga sering muncul di beberapa acara televisi dan tampil secara live untuk menyanyikan Tears in Heaven.

Tears in Heaven meraih banyak penghargaan dan didapuk sebagai single terlaris dan terpopuler yang pernah dibuat oleh Clapton. Di Amerika Serikat, lagu ini berhasil terjual sekitar 2,8 juta kopi, baik dalam bentuk CD maupun digital. Sementara itu, popularitasnya di Eropa juga tidak kalah besar dan masuk dalam kategori single terlaris ke-21 pada tahun 1992. Begitu pula di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Taiwan, dan Macau.

Namun, seiring dengan usaha Clapton untuk move on dari kesedihannya, ia menyampaikan keinginannya untuk berhenti menyanyikan Tears in Heaven secara live supaya bisa lebih fokus kepada usaha penyembuhan dan menerima kenyataan. Menyusul keputusannya itu, Clapton juga menyatakan kepada publik bahwa ia sudah melewati masa-masa sedih dan kelam itu dan akan fokus menjalani kehidupannya.

Eric Clapton Pose
Eric Clapton Pose

Kesimpulan

Lagu Tears in Heaven memiliki makna personal dan mendalam yang berkaitan dengan meninggalnya Connor Clapton, putra Eric Clapton yang meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai 53 apartemen di kota New York yang menyisakan duka dan penyesalan mendalam bagi Clapton.

Melalui lagu ini, Clapton ingin menyampaikan rasa rindu, penyesalan, dan pengharapan yang besar untuk bisa melewati masa sedihnya sepeninggal Connor. Lagu ini juga mewakili rasa sayang Clapton kepada Connor yang telah membangkitkan jiwa emosionalnya sebagai ayah. Ia berharap ketika nanti mereka dipertemukan di surga, Connor masih bisa mengenalinya dan kebahagiaan itu akan terjalin lagi.

Masyarakat dunia yang mengetahui cerita dibalik lagu Tears in Heaven turut andil dalam meroketnya popularitas lagu ini. Kesuksesan single Tears in Heaven terlihat dari sejumlah penghargaan yang diperoleh dari berbagai ajang penghargaan musik kenamaan dunia dan membuatnya masuk dalam daftar salah satu single terpopuler pada masanya.

Silahkan jika ada teman-teman yang ingin menyampaikan komentar mengenai lagu ini….

Sumber :

Website Resmi Eric Clapton

Wikipedia Eric Clapton

Leave a Reply